Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tas dan Jam Tangan Mewah Bisa Jadi Modal Instan? Ini Dia Cara Baru yang Aman dan Fleksibel di Jakarta!

 Halo, Sobat 24! Apa kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat, ya.

Di era yang serba modern seperti sekarang, tren dalam memandang kepemilikan barang-barang mewah pun turut berevolusi. Dahulu, tas branded atau jam tangan mewah mungkin hanya dilihat sebagai simbol status dan gaya hidup semata. Namun, kini persepsi tersebut telah bergeser. Barang-barang mewah tersebut tidak lagi sekadar menjadi koleksi di lemari, tetapi telah naik tingkat menjadi aset finansial likuid yang dapat dimanfaatkan dalam situasi tertentu.


Menyikapi pergeseran pola pikir ini, sebuah terobosan finansial yang menarik hadir di ibu kota. ALLU, sebuah brand global ternama asal Jepang yang dikelola oleh Mastro Luxe Group, berkolaborasi dengan platform gadai digital terpercaya, deGadai, meluncurkan program inovatif bertajuk “Sell Later”.

Nah, kira-kira seperti apa sih programnya? Dan yang paling penting, apa saja kelebihan dan kekurangannya menurut sudut pandang kita? Yuk, Sobat 24, kita bahas lebih dalam dalam artikel ini!

Mengenal Konsep “Sell Later”: Gadai Aset Mewah untuk Dana Cepat

Program “Sell Later” pada intinya menghadirkan solusi keuangan yang sangat fleksibel bagi para pemilik barang mewah. Konsepnya memungkinkan Sobat 24 yang memiliki aset seperti tas branded (Hermès, Chanel, Louis Vuitton, dll.), jam tangan mewah (Rolex, Patek Philippe, dll.), perhiasan, atau bahkan koleksi eksklusif lainnya, untuk mendapatkan dana tunai instan tanpa harus melepas kepemilikan barang tersebut secara permanen.

Jadi, bedanya dengan menjual langsung? Sangat berbeda, Sobat 24. Dalam program ini, barang yang kamu gadaiikan akan dinilai harganya. Dana sesuai dengan nilai tersebut akan kamu terima. Yang menarik, di akhir periode perjanjian, kamu memiliki dua opsi: menebus kembali barangmu dengan membayar pinjaman plus bunganya, atau jika ternyata kamu memutuskan untuk tidak menebusnya, barang tersebut akan dijual dan kelebihannya dari nilai pinjaman dapat dikembalikan kepadamu (sesuai dengan perjanjian yang berlaku).

Ini adalah solusi bagi mereka yang membutuhkan suntikan dana cepat—entah untuk modal usaha mendesak, kebutuhan keluarga, pendidikan, atau sekadar untuk mengatasi cash flow yang sedang tidak baik—tanpa harus berpisah selamanya dengan barang koleksi yang mungkin memiliki nilai sentimental yang tinggi.

Pendapat Para Pelaku: Mengapa Program Ini Dianggap Perlu?

Dalam peluncurannya, pihak penyelenggara menyampaikan optimisme mereka terhadap program ini.

Dian Stefani, Direktur PT Mastro Luxe Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran program ini adalah bentuk komitmen ALLU dalam memberikan layanan yang bernilai dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, barang mewah bukan hanya tentang gaya, tetapi juga tentang investasi dan nilai emosional. Melalui kolaborasi dengan deGadai, kami memberikan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga menjaga nilai dan privasi dari barang-barang mewah yang dimiliki pelanggan. Keamanan dan kepercayaan adalah prioritas utama kami,” jelas Dian, seperti dikutip dari rilis resminya.

Sementara itu, dari sisi mitra fintech, Sugih Yusuf (Alung), Founder & CEO deGadai, melihat program ini sebagai alternatif cerdas yang menjawab kebutuhan pasar.

“Program ‘Sell Later’ ini menjadi jawaban bagi mereka yang membutuhkan dana tambahan namun tidak ingin kehilangan aset berharganya secara permanen. Ini tentang memberikan kendali penuh kembali kepada pemilik aset. Fleksibilitas ini yang seringkali tidak ditemukan dalam skema pembiayaan konvensional,” ujar Alung.

Bagaimana Proses dan Keamanannya? Jangan Sampai Tertipu!

Nah, ini pasti jadi pertanyaan utama Sobat 24, ya. Ketika berurusan dengan barang berharga, keamanan dan transparansi adalah hal yang non-negoniable.

  1. Penilaian Standar Internasional: ALLU dan deGadai mengklaim menggunakan standar penilaian internasional untuk menentukan nilai pasar yang fair dari barang yang digadaikan. Tim ahli mereka akan memeriksa keaslian, kondisi, kelangkaan, dan faktor lain yang mempengaruhi harga. Ini memastikan bahwa Sobat 24 mendapatkan nilai yang sesuai.

  2. Proses yang Profesional dan Terjamin: Barang yang diterima akan disimpan di tempat yang aman dan berstandar tinggi untuk mencegah kerusakan atau kehilangan. Sebagai brand besar, reputasi adalah segalanya, sehingga mereka tentu akan menjaga kepercayaan ini dengan sangat baik.

  3. Privasi yang Dijunjung Tinggi: Bagi banyak kalangan, memiliki aset mewah adalah hal yang privat. Layanan ini menjamin kerahasiaan data dan transaksi para penggunanya. Tidak akan ada publikasi atau hal-hal yang dapat membocorkan informasi pribadimu.

Kelebihan dan Kekurangan Program “Sell Later” Menurut Mimin 24

Sebagai blogger yang selalu ingin memberikan informasi yang berimbang, Mimin 24 akan coba memaparkan beberapa poin plus dan minus dari program ini berdasarkan analisis objektif.

Kelebihan:

  1. Akses Dana Cepat dan Tanpa Ribet: Solusi ini jauh lebih cepat daripada mengajukan pinjaman ke bank yang prosesnya bisa memakan waktu lama. Cocok untuk kebutuhan mendesak.

  2. Fleksibilitas Tinggi: Opsi untuk menebus kembali barang atau melepasnya di akhir periode memberikan kendali penuh kepada pemilik. Ini seperti meminjam uang dengan jaminan barang, tetapi dengan tenor yang jelas dan prosedur yang modern.

  3. Tidak Mengotori SLIK / OJK: Karena bukan pinjaman bank, transaksi ini umumnya tidak akan tercatat dalam sistem lembaga keuangan seperti SLIK OJK. Ini bisa menjadi keuntungan bagi yang ingin menjaga riwayat kreditnya.

  4. Menjaga Nilai Aset: Daripada menjual secara terburu-buru dengan harga murah karena desperate, program ini memungkinkan kamu mendapatkan dana sesuai nilai aset tanpa harus melepasnya saat itu juga.

Kekurangan:

  1. Biaya/Bunga yang Mungkin Lebih Tinggi: Dibandingkan dengan pinjaman bank konvensional, biaya jasa atau “bunga” dari layanan seperti ini biasanya lebih tinggi. Sobat 24 harus benar-benar menghitung total biaya yang harus dikeluarkan saat menebus barang.

  2. Risiko Kehilangan Barang: Jika pada akhir periode kamu tidak mampu menebus barang tersebut, kepemilikan akan beralih secara sah kepada penyelenggara. Meski ini sudah menjadi kesepakatan, bagi sebagian orang, kehilangan barang koleksi bisa sangat menyedihkan.

  3. Ketergantungan pada Penilaian Pihak Ketiga: Nilai yang diberikan sangat bergantung pada objektivitas dan keahlian appraiser-nya. Meski mengklaim standar internasional, tetap ada kemungkinan selisih penilaian antara harga yang ditawarkan dan harga pasarmu.

  4. Hanya untuk Barang Berkualitas Tinggi: Program ini jelas tidak untuk barang-barang biasa. Hanya barang mewah dengan brand tertentu dan kondisi terbaik yang akan memiliki nilai gadai yang tinggi.

Tren Global: Barang Mewah sebagai Aset yang Diakui

Gagasan untuk menggunakan barang mewah sebagai agunan bukanlah hal yang sama sekali baru di dunia internasional. ALLU sendiri telah membuktikan keseriusannya di kancah global dengan memenangkan lelang tas Hermès Birkin pertama milik almarhumah Jane Birkin di Sotheby’s Paris dengan nilai yang fantastis, mencapai Rp163 miliar.

Peristiwa ini bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi merupakan pernyataan tegas bahwa pasar barang mewah vintage dan eksklusif memiliki nilai investasi yang sangat kuat dan diakui secara global. Program “Sell Later” adalah democratization dari konsep tersebut, yang membawanya ke level konsumen yang lebih luas.

Kesimpulan: Apakah Program Ini Tepat untuk Sobat 24?

Program kolaborasi antara ALLU dan deGadai ini adalah inovasi yang menarik dan mencerminkan dinamika pasar finansial modern. Ia hadir untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin tidak terjawab oleh layanan perbankan tradisional.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan ini, Mimin 24 menyarankan Sobat 24 untuk mempertimbangkan beberapa hal:

  • Kebutuhan vs. Keinginan: Apakah dana yang dibutuhkan benar-benar untuk keperluan mendesak dan produktif, atau sekadar impulsif?

  • Hitung Matematikanya: Pelajari dengan saksama semua biaya yang akan dikenakan. Pastikan kamu mampu untuk membayar cicilan atau menebusnya nanti.

  • Baca Perjanjian dengan Teliti: Jangan pernah menandatangani kontrak tanpa membaca dan memahami semua poinnya, terutama mengenai tenor, bunga, dan konsekuensi jika tidak bisa menebus.

  • Bandirkan dengan Opsi Lain: Bandingkan dengan opsi pinjaman lain yang mungkin lebih murah, seperti pinjaman tanpa agunan dari bank atau fintech lain (dengan tetap memperhatikan bunga dan reputasinya).

Pada akhirnya, program “Sell Later” ini adalah sebuah alat. Seperti halnya alat lainnya, keberhasilannya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Jika dimanfaatkan dengan bijak, ia bisa menjadi penyelamat di masa sulit. Namun, jika digunakan tanpa perhitungan, bisa berpotensi menyebabkan kehilangan aset berharga.

Bagaimana, Sobat 24? Tertarik untuk mencoba atau masih ingin mengamati dulu? Ceritakan pendapatmu di kolom komentar below, ya!


Sumber Artikel:
https://www.merdeka.com/trending/tren-baru-di-jakarta-ubah-tas-jam-tangan-mewah-jadi-modal-instan-dengan-cara-yang-aman-dan-fleksibel.html

Kata Kunci Tag:
#TasMewah #JamTanganMewah #ModalInstan #InvestasiMewah #GadaiDigital #deGadai #ALLU #FinancialSolution #TipsKeuangan #TrendJakarta #SellLater